» Detail Berita

Rabu, 04 Oktober 2017 - 11:22:05 WIB
Mengangkat Lokal Wisdom, Cerpen Kontemporer dilirik Suara NTB
Diposting oleh : yuspianal inmtihan
Kategori: Artikel - Dibaca: 219 kali

Jatuh cinta pada sosok Mandalika membuat Riyana Rizki, Dosen Sendratasik, menerjemahkan kembali legenda tersebut. Ia tidak ingin Mandalika hanya simbol dari pemasrahan diri, pengorbanan perempuan. Tetapi jauh lebih besar dari itu.

Mandalika, bagi Riyana Rizki, adalah simbolisasi dari hak memilih perempuan. Perempuan tidak seharusnya dipasung dan mengikuti pilihan orang tua atau lingkungan yang bersifat patriarki ini. Perempuan tidak seharusnya menyerahkan diri hanya untuk membahagiakan atau memenuhi tuntutan orang lain. Akan tetapi, perempuan juga memiliki suara yang harus didengar.

Baginya, suatu karya sastra tidak harus diterjemahkan hanya dalam satu periode. Masyarakat berkembang, maka pola pikir mereka tentu akan berubah sesuai zaman.

Konsep itulah yang kemudian ia tuangkan dalam cerpennya "Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan" yang terbit di Suara NTB edisi 22 Juli 2017.

Berikut link yang langsung menghubungkan Anda dengan blog pribadinya.

https://riyanarizki.wordpress.com/2017/07/22/jangan-pulang-jika-kamu-perempuan/

https://riyanarizki.wordpress.com/

 

(Na)



« Datangkan Ahli Teater, Prodi Sendratasik Adakan Workshop Keaktoran Kritisi Kondisi Negara, Teater16 Masuk TV »

Berita Terkait

Ke Atas